29.9.08

Mata Hati Telinga

Satu cerita tentang manusia
Coba ‘tuk memahami arti cinta
Benarkah cinta diatas segalanya
Hanyakah itu satu-satunya

Yang menjadi alasan untuk menutup mata
Tak melihat dunia yang sesungguhnya
Dan menjadi jawaban atas semua tanya
Yang kita harap mampu mewujudkan sebuah akhir bahagia

Reff:
Buka mata hati telinga
Sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta ooo..
Yang kau inginkan tak selalu
Yang kau butuhkan mungkin memang yang paling penting
Cobalah untuk membuka mata hati telinga

Adakah kau rasakan kadang hati dan fikiran
Tak selalu sejalan seperti yang kau harapkan
Tuhan tolong tunjukkan apa yang ‘kan datang
Hikmah dari semua misteri yang tak terpecahkan

Back to Reff: 2x

Buka mata hati telinga
Buka mata hati telinga
Coba kau buka mata hati telinga
Mata hati telinga

(another song form Maliq n d'essential, liriknya ngena banget)

------=====------

20.9.08

Tetes-tetes air turun di awal Ramadhan,
menjelma sebagai embun penyejuk bagi hamba-hambaNya,
bukan sebagai pembawa peluh yang datang menguji,
Amin yaa Rabb..


*djitoh dan segenap kru blog, mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Mohon maaf atas semua khilaf*

8.8.08

Self Contemplation

Sudah berapa lama kita hidup namun sudah berapa lama kita sadar kalau ibadah yang kita lakukan karena satu dan banyak hal, bukan sebagai wujud murni dari suatu kepatuhan seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Musibah, bencana, keinginan dan harapan membuat kita begitu dekat denganNya. Namun ketika kesulitan hilang dan harapan terwujud, akankah aktivitas itu tetap ada. Ibadah yang tak pernah lepas dan munajat yang tak pernah henti.

Ibadah yang dijalani hanya berorientasi pada harapan untuk menghuni indahnya surga tanpa mengenal neraka, tidak salah memang. Namun cukup egois.

Seandainya setelah kematian tidak ada kehidupan (pembalasan), atau seaindainya para hamba yang patuh ditempatkan di neraka. Masihkah kita ingat terhadapNya, Dzat yang tak pernah sedetikpun lupa memberi nafas hingga tiba waktunya.

Semakin sadar, semakin kita mencoba untuk menghindar dari sebuah kepasrahan akan ketetapanNya. Menolak akan semua hal terburuk yang kita dapatkan, meskipun itu yang terbaik menurutNya.

*Bukan berkhutbah, hanya bermaksud untuk berbenah diri*